Nasehat Untukku


Segala puji bagi Allah Ta’ala, masih diberinya kesempatan kepadaku untuk melakukan puasa,harapanku ibadahku lebih baik dibanding waktu-waktu yang lalu dan mendapat pengampunan Allah Ta’ala.

Ingin kukisahkan disini suatu percakapan singkat anak-anak yang berumur sekitar 4-5 tahun. Saya sekarang Alhamdulillah tinggal dilingkungan pesantren di daerah Gowa. Beberapa rumah disana ada yang lumayan cantik dan beringkat, disamping itu ada yang masih berupa rumah dengan berdinding kayu yang kelihatan sudah tua. Depan rumah sekitar 50 meter dari rumah yang kutempati tinggal sebuah keluarga dengan keadaan yang sangat tidak memadai untuk dihuni 7 orang yang sebagian besarnya masih anak-anak.

Awal ramadhan lepas sholat maghrib sayapun pulang. Ditengah jalan saya mendengarkan percakapan antara anak dari tetangga saya dengan 2 anak lainnya umur mereka sebaya sekitar 4-6 tahun, mereka berbincang mengenai makanan buka puasa, berikut beberapa percakapan mereka (isi percakapan saya ubah sedikit tapi intinya sama) :

anak 1 : enaknya kuenya, ada pisang gorengku juga

anak 2 : dirumahku ada juga kue, enakki

anak tetanggaku : ada juga  es buahku dibawa sama umminya fulanah, ada juga kue diberi sama fulan dan fulanah

anak 1: kau banyak dikasi karena orang miskinko (kamu orang miskin)

(apa jawaban anak tetanggaku) inilah dia yang buat saya berpikir tentang sesuatu , jawabannya adalah

anak tetanggaku berkata:” biarmi ( tidak apa-apa / biar saja) saya miskin , kalau di akhirat orang kaya akan lama masuk surga, kalau orang miskin cepatki (cepat masuk surga)…..” anak ini punya jawaban , sekalipun kemungkinan besar ia belum mengethui apa yang ia katakan , maklum masih anak-anak. Inilah jawaban yang saya jadikan judul kali ini.

Tetanggaku itu mudah-mudahan Allah Ta’ala memberkahinya, punya seorang istri dengan 5 orang anak yang masih kecil-kecil. Rumahnya  sempit, pintu rumahnya terdiri hanya dari bingkai tripleks yang disandarkan begitu saja, dia harus ke makassar untuk mencari nafkah sehingga pulang hanya sekali sepekan. Namun dari Jawaban anak tadi membuktikan bahwa dia membekali anaknya dengan kesyukuran sehingga tidak rendah diri dihadapan manusia dan mengharapkan suatu janji dari Allah Ta’ala bagi orang yang beriman sekalipun di dunia dia tidak memiliki apa-apa.

Anak kecil itu memang belum mengerti apa-apa tentang apa yang dia katakan, tapi sebagai nasehat bagi kita semua bahwa “Kekayaan tidak bisa dibanggakan di akhirat kalau tidak digunakan sebaik-baiknya dijalan Allah Ta’ala, sebaliknya orang miskin jika dia beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala dalam kemiskinannya didunia maka cukuplah hadits berikut yang akan menghiburnya dan menjadi kebanggaannya di akhirat  “
“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang –orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurairah ra.)

hadits lainnya menunjukkan kebanyakan penghuni surga adalah orang miskin sebagaimana ucapan Nabi SAW. dari Usamah bin Zaid ra.,

“Qumtu ‘alaa baabil jannati faidzan ‘aammatu man dakhalahaal masaakiinu” yang artinya “Aku pernah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang – orang yang masuk kedalamnya adalah orang – orang miskin” (HR. Bukhari – Muslim

Mungkin anda beranggapan karena memang Jumlah Orang miskin memang lebih banyak daripada jumlah orang kaya didunia ini jadi wajar saja penghuni surga lebih banyak yang miskin. Toh kalaupun anda berpikir begitu dan dengan nikmat Allah Ta’ala anda memiliki kekayaan yang lebih, maka persiapkan diri anda untuk menjadi orang kaya yang menjadi penghuni surga.

Semoga Allah Ta’ala mengampuniku dan anda sekalian dalam kesalahan dan dosa yang kita lakukan serta menunjukkan kepada kita jalan kebaikan yang mengantarkan ke jalan SurgaNya. Amiin

Mungkin semua manusia menginginkan memiliki harta yang banyak, berlimpah yang dengan harta itu apa yang ingin dia peroleh dia dapatkan. Marilah kita tengok apa yang dapat diperoleh dengan harta.

Jika diinginkan oleh pemilik harta itu dalam bentuk fisik seperti ingin mempunyai rumah mewah lengkap dengan mobil, kolam renang, taman yang indah nan sejuk dipandang bisakah ia mendapatkannya ? jawabnya ya , sebab kita berbicara tentang pemilik harta yang luar biasa hartanya..

Baiklah anggaplah ia telah memiliki semua keinginannya termasuk bepergian kemanapun ia suka. Senangkah ia? Bahagiakah ia ?  mari kita lihat ….

Ketika ia belum mempunyai mobil dan mempunyai uang untuk membeli mobil senangkah ia? Betul tentu sangat senang, maka ia pun membeli mobil. Saat mobil tiba ia sangat senang, bahagia sekali tentu saja. Namun sampai kapan ia merasakan kebahagiaan seperti itu ? Hari-hari pertama terasa senangnya ia memiliki mobil seperti mau keliling kota seharian namun apa yang terjadi selanjutnya? selanjutnya beberapa bulan ataukah beberapa hari kemudian ia akan merasa seperti biasa-biasa saja bahkan ia merasa ada kekurangan yang ada pada mobilnya itu …demikian seterusnya.  Kesenangan dan kebahagiaan itu datang dan pergi , kita sadari atau tidak. (lagi…)

Kemudahan yang diperoleh dalam kehidupan adalah dambaan manusia, kesulitan adalah hal yang tidak ingin dijumpai. Memiliki kekayaan lebih disenangi jiwa-jiwa dibandingkan kemiskinan. Dia merasa dimuliakan Tuhannya ketika rizqinya berjalan terus, kekayaan bertambah dan kemudahan-kemudahan lainya, sebaliknya ia merasakan kehinaan dan dihinakan Tuhannya ketika rizqinya dibatasi dan kesulitan-kesulitan menimpa dirinya , perhatikan firman Allah Ta’ala : (lagi…)

Bismillah.
Segala puji bagi Allah Ta’ala dan shalawat , salam semoga senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.

Sangat disayangkan, MUI yang diharapkan memandu kaum muslimin Indonesia kejalan Allah Ta’ala dan RasulNya justru mengeluarkan fatwa yang ganjil dan aneh dan mendasari fatwanya dengan dasar yang tidak sesuai.

MUI mengharamkan rokok dengan beberapa kategori , haram untuk anak-anak, haram untuk ibu hamil …dst, padahal Hukum haram dengan beberapa kategori tidak dikenal dalam islam dari zaman dahulu orang-orang terbaik ummat ini sampai kurun waktu sekarang, jika ia haram maka haramlah bagi keseluruhannya, apakah ia bayi ataupun tua renta, sembunyi ataupun terang-terangan diperkecualikan dalam keadaan darurat ( yakni jika tidak mengkonsumsi makanan/minuman/obat tersebut maka akan mengakibatkan kematian padanya, MUI tentunya harus lebih tahu dan paham tentang makna darurat dalam hal ini ) . Makanya tidak terdapat dalam kitab-kitab para Ulama Rabbani yang memuat adanya haram berkategori.
Takutlah kepada Allah Ta’ala … jangan menukar rasa takutmu dengan takut kepada manusia lebih besar dibanding ketakutanmu kepada Allah Ta’ala , jangan tukar akhiratmu yang kekal dengan dunia yang fana . Fatwa Ulama Tentang Rokok

Berikutnya MUI berfatwa golput haram, ketahuilah bahwa pemerintah dita’ati jika mengikuti Allah dan RasulNya makanya bunyi Ayat itu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ

Athi’ullaha, wa athi’urrasul wa ulil amri minkum bukannya Athi’ullaha wa athi’urrasul wa athi’u ulil amri minkum karena ketaatan kepada pemerintah terikut kepada ketaatannya kepada Allah Ta’ala dan RasulNya karena tidak ada ketaatan kepada siapapun dalam bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Jika pemerintah memerintahkan kita yang tidak ada pelanggaran syari’at didalamnya maka kita wajib mengikuti, sebaliknya jika perintahnya itu mengandung pelanggaran kepada Allah Ta’ala dan RasulNya maka tidak ada kewajiban untuk menaatinya.Yang ngerti bahasa Arab bisa lihat tafsir Assa’diy , tafsir Ath-Thabary. Kalau anda mau jeli maka lihatlah Substansi Pemilu itu sendiri. Apakah (lagi…)

Do’a mencakup do’a mashlahah dan do’a ibadah. Do’a Mas`alah (دعاء المسألة) inilah yang dikenal di Indonesia dengan kata Do’a yakni meminta kepada Allah Ta’ala berupa keselamatan, rizqi dan sebagainya. Sedangkan Do’a ‘Ibadah (دعاء العبادة) yakni berupa amalan-amalan, termasuk sholat, puasa , zakat dan semisal dengannya yang dengan amalan itu kita berharap kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat.

Sungguh Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a kepadaNya, simaklah firman Allah Ta’ala :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Al-Mukmin ayat 60)

Ya.. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a dan Allah berjanji mengabulkannya ( dalam tafsir As-Sa’diy dikatakan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan mereka berdo’a kepadaNya,do’a mas`alah dan do’a ‘ibadah), dan dalam lanjutan ayat Allah Ta’ala  ..”Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku” tidaklah Allah Ta’ala menyebut berdo’a tetapi menyembah padahal pada awal ayat disebutkan ” berdo’alah ..” yang dengan komposisi ini menegaskan bahwa Do’a adalah ibadah seutuhnya sebagaimana dalam hadits Rasulullah Ad-du’a huwa al’ibadah yang artinya:

Do’a adalah ibadah (seutuhnya)

Hal yang sering terlalaikan oleh manusia adalah berdo’a kepada Allah Ta’ala. Berdo’a dalam artian benar-benar meminta kepada Allah Ta’ala sesuatu yang menjadi kebutuhannya didunia dan di akhirat kelak. Mungkin kita sering berdo’a tapi do’a itu tak lebih dari sekedar lafadz dibibir saja tidak menghujam dalam hati, padahal bukankah jika kita meminta , kita tahu apa yang akan kita pinta dengan harapan permintaan kita dikabulkan ?

Mariah kita bersama-sama melakukan perbaikan dalam do’a kita kepada Allah.

Tulisan ini mungkin belum lengkap tapi mudah-mudahan cukup menyadarkan kita bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kita berdo’a kepadaNya dengan Ikhlas dan sesuai Tuntunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam

Sebelum membahas mengenai RUU Pornografi ada baiknya kita membaca firman Allah Ta’ala berikut :

َاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُون

Dan Ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (Q.S. Al-Hujurat : 7)

Diantara para shahabat Rasulullah ada yang melihat bagaimana ibadah-ibadah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”.

Sekiranya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam membiarkan mereka tentu mereka akan mendapatkan kesusahan dalam melaksanakan apa yang mereka inginkan. Dan para shahabatpun tidak merasa berat dengan ini. Kenapa demikian ? jawabannya (lagi…)

(Q.S. Ash-Shaffaat : 39-68)

39. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang Telah kamu kerjakan,

40. Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).

Sebagian kenikmatan Surga

41. Mereka itu memperoleh rezki yang tertentu,

42. Yaitu buah-buahan. dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan,

43. Di dalam syurga-syurga yang penuh nikmat.

44. Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan.

45. Diedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamar dari sungai yang mengalir.

46. (Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

47. Tidak ada dalam khamar itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenanya.

48. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,

49. Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.

50. Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

51. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sesungguhnya Aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,

52. Yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

53. Apakah bila kita Telah mati dan kita Telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah Sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”

54. Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”

55. Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.

56. Ia Berkata (pula): “Demi Allah, Sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku,

57. Jikalau tidaklah Karena nikmat Tuhanku Pastilah Aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

58. Maka apakah kita tidak akan mati?,

59. Melainkan Hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)?

60. Sesungguhnya Ini benar-benar kemenangan yang besar.

61. Untuk kemenangan serupa Ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”

62. (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum[1277].

Sebagian Kesengsaraan di Neraka

63. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim.

64. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala.

65. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan.

66. Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.

67. Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.

68. Kemudian Sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.

[1277] Zaqqum adalah jenis pohon yang tumbuh di neraka.

Demikianlah Allah Ta’ala menerangkan keadaan penghuni surga dan neraka, maka barang siapa yang beriman terhadap hari berbangkit, tentang adanya hari pembalasan terhadap segala amal perbuatan manusia, maka hendaklah menyiapkan bekal untuk itu. Apa yang dikisahkan Allah Ta’ala diatas pasti terjadi , ia bukanlah fiksi atau cerita dongeng belaka , adakah yang meragukannya ? kisah diatas tertulis dalam Al-Qur’an adakah yang meragukan ? adakah yang samar dari keterangan diatas ? wahai hati yang dipenuhi oleh segala keinginan dunia , tidakkah engkau meminta dirimu untuk menangis bahwa bekalmu diakhirat belum kamu kumpulkan, apakah engkau melihat saudaramu telah ada yang menaiki tunggangannya dan mengikat tali bekalnya untuk mengumpulkan bekal ataukah engkau tidak melihatnya ? tidakkah engkau juga mengetahui saudaramu yang lain telah pergi dengan membawa bekalnya masing-masing ? ataukah memang engkau tidak peduli dengan kepergian mereka ? tidak menanyakan kenapa mereka pergi ? mereka pergi karena mengetahui adanya tempat yang lebih baik dari tempat yang kamu pijak , mereka tahu rintangan akan menghadang di perjalanan mereka tapi satu yang mereka yakini yaitu sekalipun mereka tertimpa kematian ditengah perjalanan mereka karena beratnya rintangan diperjalanan, mereka yakin akan sampai ke tempat tujuan mereka karena itu adalah janji Penguasa tempat yang mereka tuju . Penguasa Negeri Akhirat. Apakah belum sampai kabar ini kepadamu ?

Bulan Ramadhan tidak terasa akan pergi meninggalkan kita, Allah Ta’ala berfirman tentang bulan ini

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dengan yang batil.” (Al-Baqarah: 185)

Pada bulan Ramadhan ini pula banyak kaum muslimin giat mengkhatam Al-Qur’an. Ini adalah suatu berkah dan pahala yang besar bagi pembacanya. Namun sangat disayangkan ketika Ramadhan ini pergi kegiatan khatam Qur’an ini menghilang di sebagian kaum muslimin yang pada waktu Ramadhan giat membacanya…terlebih bagi kaum muslimin yang memang tidak membacanya dibulan ramadhan walau selembar… 1/2 lembar ataupun sebaris dari ayat-ayat suci Al-Qur’an . Padahal telah jelas dalam firman Allah diatas bagaimana Al Qur’an ini menjadi petunjuk dan pembeda antara yang haq dan batil.

Di ayat lainnya Allah Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا (54

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (Al Kahfi: 54)

Allah Ta’ala telah memberikan bermacam-macam perumpamaan dengan kata lain Allah Ta’ala telah menjelaskan banyak jalan menuai ilmu yang bermanfaat, dimana ada jalan kehancuran dan kesesatan, jalan yang boleh dilalui dan tidak, halal dan haram, ketenangan dan cahaya, tapi bersamaan dengan itu kebanyakan manusia banyak yang membantah bahkan mereka membantah tanpa ilmu. Mereka mendholimi diri-diri mereka.

Dan simaklah firman Allah Ta’ala berikut sebagai kelanjutan dari ayat diatas :

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلا (55)

Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya adzab atas mereka dengan nyata.

apakah ini yang ada pada diri kita sekarang ini ? kita menunggu datangnya adzab Allah Ta’ala baru mau sadar dan Ta’at …. terlambat saudaraku … terlambat jika adzab itu sudah menimpa kita dan kita tidak diberi kesempatan kali kedua untuk melakukan kebaikan.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا (57)

Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,

Apakah kita ingin seperti orang orang yang dibutakan hatinya disumbat telinganya karena seringnya kita berpaling dari perintah-perintah Allah? kalau demikian celakalah kita karena setelah itu tertutuplah pintu untuk mendapat petunjuk selama-lamanya ya selama lamanya

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا (58)

Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengadzab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan adzab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat adzab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya.

(QS. Al-Kahfi 55,57-58)

Demikianlah kasih sayang Allah Ta’ala kepada kita, sekalipun kita bermaksiat padanya masih diberi kesempatan … jika kesempatan kita lalaikan maka sesal kemudian tak berguna dihari tak ada perlindungan selain perlindungan ALLah Ta’ala.

Demikianlah Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang menerangkan peringatan dan anjuran berbuat kebaikan, maka bagaimana kita bisa mengetahui apa yang terkandung dalam Al-Qur’an jika kita tak pernah membacanya , jika kita belum tahu membaca Al-Qur’an maka belajarlah…demi masa depan kita …masa depan yang keindahannya belum pernah terbersit dalam hati manusia … marilah kita meraihnya.

Ramadhan akan meninggalkan kita , ia yang kita rindukan jangan biarkan pergi tanpa kesan kebaikan … kebaikan yang akan kita teruskan setelah kepergiannya …

Jum’at tertanggal 12 september 2008 saya menghadiri sholat jum’at dengan materi khutbah adalah masalah kematian.

Dia sang khotib benar bahwa kematian itu pasti akan datang pada tiap-tiap makhluk dari kalangan jin dan manusia , hewan dan semua makhluq lainnya dan ini juga telah kita ketahui akan kebenarannya baik pembaca sebagai orang awam terlebih lagi bagi orang yang berilmu, bahkan syetan dan balatentaranya mengetahuinya dengan pasti.

Dan sang khotib benar bahwa tidak ada yang mengetahui dimana dan kapan dia akan meninggalkan dunia ini.

Dia sang khotib benar bahwa hendaknya setiap orang mengingat-ingat akan kematian ini walaupun mungkin ada sebagian pembaca yang enggan mengingatnya.

Dan sang khotib benar bahwa dunia ini pasti akan ditinggalkan dan tujuan selanjutnya adalah akhirat sebagai kehidupan yang kekal tidak akan ditinggalkan lagi, sekalipun sebagian pembaca mungkin tidak mengakui hari akhirat akan tetapi sungguh tidak ada kerugian bagi orang yang mengakui akan adanya hari (lagi…)

Ini adalah kisah nyata dari sebuah keluarga yang dahulunya mempunyai banyak harta….

Ringkasnya setiap orang yang datang kepadanya hendak meminjam uang maka ia selalu mengatakan saya lagi tidak punya uang (atau semakna dengan itu) padahal ia punya uang itu walaupun mungkin untuk hal-hal lainnya, maka suatu ketika pada suatu acara perjamuan yang dihadiri oleh rekan-rekan sekerjanya dahulu (saat ini dia sudah pensiun) hanya dia yang tidak mengendarai mobil pribadi… rekan-rekannya bertanya, kenapa ? , sekali lagi ia mengatakan ia tidak mempunyai uang , namun perkataannya yang terakhir ini betul-betul benar ….karena ia sudah bangkrut , ia bercerita buka usaha sering ditipu orang lain …. sampai-sampai mobilnya pun terjual …. so aq jadi berpikir , terus orang yang bercerita itupun berkata… makanya kalau bicara yang JUJUR jangan punya uang bilangnya saya lagi tidak punya uang ………, bagaimana dengan anda ?

Halaman Berikutnya »