<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Islamy's Weblog &#187; Jama&#8217;ah Tabligh</title>
	<atom:link href="http://isl4my.wordpress.com/category/jamaah-tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://isl4my.wordpress.com</link>
	<description>Jadikan Islam sebagai cahaya dan jalan hidupmu...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2009 00:10:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='isl4my.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8b8d9f3221abe4f83b57516e98ba993a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Islamy's Weblog &#187; Jama&#8217;ah Tabligh</title>
		<link>http://isl4my.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://isl4my.wordpress.com/osd.xml" title="Islamy&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Fatwa syeikh Al Albani tentang Jamaah Tabligh</title>
		<link>http://isl4my.wordpress.com/2008/02/27/fatwa-syeikh-al-albani-tentang-jamaah-tabligh/</link>
		<comments>http://isl4my.wordpress.com/2008/02/27/fatwa-syeikh-al-albani-tentang-jamaah-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 17:41:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isl4my</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jama'ah Tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[hadits]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[salaf]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://isl4my.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[ Fatwa syeikh   Al Albani tentang Jamaah Tabligh. Beliau pernah ditanya : &#8220;Apakah pendapat Syekh tentang Jamaah Tabligh, apakah boleh bagi pelajar (penuntut ilmu) atau lainnya untuk khuruj (keluar) bersama mereka dengan dalih berdakwah kepada Allah ?
Maka beliau menjawab : Jamaah Tabligh tidak berdiri (berdasarkan) atas manhaj kitabullah dan sunnah rasul-Nya &#8216;alaihi salawat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isl4my.wordpress.com&blog=2380928&post=4&subd=isl4my&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;"></span> <span style="font-size:12pt;font-family:Arial;">Fatwa syeikh   Al Albani tentang Jamaah Tabligh. Beliau pernah ditanya : &#8220;Apakah pendapat Syekh tentang Jamaah Tabligh, apakah boleh bagi pelajar (penuntut ilmu) atau lainnya untuk khuruj (keluar) bersama mereka dengan dalih berdakwah kepada Allah ?</span></p>
<p>Maka beliau menjawab : Jamaah Tabligh tidak berdiri (berdasarkan) atas manhaj kitabullah dan sunnah rasul-Nya &#8216;alaihi salawat wa salam, dan apa yang dipegang oleh salafuu sholeh. Kalau seandainya perkaranya seperti itu, maka tidaklah boleh khuruj<span id="more-4"></span> bersama mereka, karena hal itu bertentangan dengan manhaj kita dalam menyampaikan manhaj salafus sholeh. Maka dalam medan dakwah kepada Allah, yang keluar itu adalah orang yang berilmu, adapun orang-orang yang keluar bersama mereka, yang wajib mereka lakukan adalah untuk tetap tinggal di negeri mereka dan memperlajari ilmu di mesjid-mesjid mereka, sampai-sampai mesjid-mesjid itu mengeluarkan ulama yang melaksanakan tugas dalam dakwah kepada Allah. Dan selama kenyataanya masih seperti itu, maka wajiblah atas penuntut ilmu (pelajar) untuk mendakwahi mereka-mereka itu (Jamaah Tabligh-pent) di dalam rumah mereka sendiri, agar mempelajari kitab dan sunnah dan mengajak manusia kepadanya. Sedang mereka -yakni Jamaah Tabligh- tidak menjadikan dakwah<br />
kepada kitab dan sunnah sebagai dasar umum, akan tetapi mereka mengatagorikan dakwah ini sebagai pemecah. Oleh karena itu, maka mereka itu lebih cocok seperti Jamaah Ikhwan Muslimin.</p>
<p>Mereka mengatakan bahwa dakwah kami berdiri atas kitab dan sunnah, akan tetapi ini hanya semata-mata ucapan, sedangkan mereka tidak ada akidah yang menyatukan mereka, yang ini Maturidi dan yang itu Asy&#8217;ari, yang ini sufi dan yang itu tidak punya mazhab. Itu, karena dakwah mereka berdiri atas dasar : bersatu, berkumpul, kemudian pengetahuan. Pada hakikatnya mereka tidak mempunyai pengetahuan sama sekali, sungguh telah berjalan bersama mereka waktu lebih dari setengah abad, tidak pernah seorang alim pun yang lahir di tengah-tengah mereka. Adapun kita, maka kita mengatakan : Berpengetahuan (dulu), kemudian berkumpul, sehingga perkumpulan itu berada di atas pondasi yang tidak ada perbedaan di dalamnya. Dakwah Jamaah Tabligh adalah sufi moderen, yang mengajak kepada akhlak. Adapun memperbaiki akidah masyarakat, maka mereka itu tidak bergeming, karena dakwah ini (memperbaiki akidah) -sesuai dengan prasangka mereka- memecah belah.</p>
<p>Dan sungguh telah terjadi koresponden antara akh Sa&#8217;ad Al Hushain dan pemimpin Jamaah Tabligh di India atau Pakistan, maka jelaslah darinya bahwa sesungguhnya mereka itu menyetujui tawasul, dan istighatsah dan banyak hal-hal lain yang sejenis ini. Dan mereka meminta kepada anggota mereka untuk membai&#8217;at di atas emapat macam terikat (ajaran), diantaranya adalah : An Naqsyabandiyah, maka setiap orang tabligh seyogyanya untuk membai&#8217;at di atas dasar ini.</p>
<p>Dan mungkin seorang akan bertanya : Sesungguhnya Jamaah ini, disebabkan usaha anggota-anggotnya telah kembali (insaf dan sadar) kebanyakan manusia kepada Allah, bahkan mungkin melalui tangan-tangan mereka kebanyakan orang non muslim telah masuk Islam. Apakah ini sudah cukup sebagai dalih bolehnya untuk keluar dan bergabung bersama mereka pada apa yang mereka dakwahkan? Maka kita katakan : &#8220;Sesungguhnya ucapan-ucapan ini sering kami ketahui dan kami dengar dan kami dengar (juga) dari orang-orang sufi!!. Ini bagaikan : Ada seorang syeikh akidahnya rusak, dan tidak pernah mengetahui sedikitpun tentang sunnah, bahkan ia memakan harta orang dengan cara batil (tidak sah)&#8230;. Disamping itu banyak orang yang fasik (yang berdosa) bertaubat lewat tangannya&#8230;.! Maka setiap jamaah yang mengajak kepada kebajikan pasti mempunyai pengikut, akan tetapi kita harus melihat kepada intisari permasalahan, kepada apakah yang mereka mengajak / berdakwah? Apakah kepada mengikuti kitabullah dan hadits<br />
Rasul, kepada akidah salafus sholeh, tidak ta&#8217;ashub (fanatik) mazhab, dan mengikuti sunnah, dimanapun dan sama siapapun? Maka Jamaah Tabligh, mereka tidak memiliki manhaj ilmu, akan tetapi manhaj mereka sesuai dengan tempat dimana mereka berada, mereka berubah warna dengan setiap warna. (Rujuklah Fatwa Imaratiyah, karangan Al Albani soal no : 73 hal : 38). Tulisan kelima dari lima tulisan (tulisan terakhir).<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><br />
<!--[endif]--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/isl4my.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/isl4my.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isl4my.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isl4my.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isl4my.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isl4my.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isl4my.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isl4my.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isl4my.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isl4my.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isl4my.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isl4my.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isl4my.wordpress.com&blog=2380928&post=4&subd=isl4my&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isl4my.wordpress.com/2008/02/27/fatwa-syeikh-al-albani-tentang-jamaah-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53476e503dcba93d693d4ea1ebb9f236?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">isl4my</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Syeikh Abdul Aziz Bin Baz atas Jama&#8217;ah Tabligh</title>
		<link>http://isl4my.wordpress.com/2007/12/24/hello-world/</link>
		<comments>http://isl4my.wordpress.com/2007/12/24/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Dec 2007 03:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>isl4my</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jama'ah Tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya tentang Jamaah Tabligh, si penanya berkata : &#8220;Wahai samahatu Syeikh, kami mendengar tentang Jamaah Tabligh dan dakwah yang mereka lakukan. Apakah Syeikh menasehatiku untuk bergabung dengan jamaah ini? Saya mohon diberi bimbingan dan nasehat, semoga Allah melipat gandakan pahala syeikh&#8221;.
Maka Syeikh menjawab dengan mengatakan : Setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isl4my.wordpress.com&blog=2380928&post=1&subd=isl4my&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><span style="font-size:14pt;font-family:'Times New Roman';"></span></b><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya tentang Jamaah Tabligh, si penanya berkata : &#8220;Wahai samahatu Syeikh, kami mendengar tentang Jamaah Tabligh dan dakwah yang mereka lakukan. Apakah Syeikh menasehatiku untuk bergabung dengan jamaah ini? Saya mohon diberi bimbingan dan nasehat, semoga Allah melipat gandakan pahala syeikh&#8221;.</span></p>
<p>Maka Syeikh menjawab dengan mengatakan : Setiap orang yang berdakwah kepada Allah maka ia adalah mubaligh, (balighu &#8216;anni walau ayah) artiya &#8220;sampaikanlah dariku walau satu ayat&#8221;. Akan tetapi Jamaah Tabligh yang terkenal, yang berasal dari india ini, mereka memiliki khurafat-khurafat, &#8230;</p>
<p><span id="more-1"></span>mereka memiliki sebagian bid&#8217;ah-bid&#8217;ah dan perbuatan syirik, maka tidak boleh keluar (berpergian) bersama mereka, kecuali seorang yang memiliki ilmu, ia keluar untuk mengingkari perbuatan mereka, dan mengajar mereka. Adapun jikalau ia keluar untuk mengikuti mereka, maka jangan (jangan keluar bersama mereka-pent). Karena mereka memiliki khurafat-khurafat, mereka memiliki kesalahan dan kekurangan dalam ilmu, akan tetapi jika ada jamaah dakwah selain mereka dari kalangan ahli ilmu dan ahli pemahaman, maka (tidak mengapa-pent) ia keluar bersama mereka untuk berdakwah kepada Allah. Atau seseorang yang memiliki ilmu, dan pemahaman, maka ia keluar bersama mereka untuk memahamkan mereka, mengingkari (kesalahan)<br />
mereka, dan membimbing mereka kepada jalan yang baik, serta mengajar mereka, sehingga mereka meninggalkan mazhab (ajaran) yang batil, dan memegang mazhab ahli sunnah wal jamaah.&#8221;</p>
<p>Maka hendaklah jamaah tabligh dan siapa yang simpati kepada mereka mengambil faidah dari fatwa ini yang menjelaskan kondisi mereka sebenarnya, akidah mereka, manhaj mereka dan karangan-karangan pemimpin mereka yang mereka ikuti. (Fatwa samahatus Syeikh Abdul Aziz Bin Baz ala Jamaatu Tabligh, fatwa ini dikeluarkan di Taif kira-kira dua tahun sebelum beliau wafat, dan didalamnya terdapat bantahan terhadap kekeliruan Jamaah Tabligh terhadap perkataan yang lama yang bersumber dari Syeikh, sebelum jelas baginya akan hakikat kondisi dan manhaj mereka).</p>
<p>Jamaah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin tergolong dari 72 golongan (firqah sesat).</p>
<p>Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya : &#8220;Semoga Allah berbuat baik kepada Anda, hadits Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wassalam, tentang berpecahnya umat-umat (yakni) sabda beliau : &#8220;Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan kecuali satu&#8221;. Apakah Jamaah Tabligh dengan kondisi mereka yang memiliki beberapa kesyirikan dan bid&#8217;ah, dan Jamaah Ikhwan Muslimin dengan kondisi mereka yang memiliki sifat hizbiyah (berkelompok), dan menentang penguasa, serta tidak mau tanduk dan patuh, apakah dua golongan ini masuk ? (ke dalam hadits tadi,red).</p>
<p>Maka Syeikh menjawab : &#8220;Dia masuk dalam 72 dolongan ini (golongan sesat, red), barangsiapa yang menyelisihi akidah ahli sunnah maka ia telah masuk kepada 72 golongan. Maksud dari sabda beliau (umatku) adalah umat ijabah artinya mereka yang menerima dan menampakkan keikutan mereka kepada beliau, tujuh puluh tiga golongan, yang lolos dan selamat adalah yang mengikuti beliau dan konsekwan dalam agamanya. Dan tujuh puluh dua golongan, di antara mereka ada bermacam-macam, ada yang kafir, ada yang bermaksiat dan ada yang berbuat bid&#8217;ah.&#8221;</p>
<p>Lalu si penanya berkata : &#8220;Maksudnya kedua golongan ini (Jamaah Tabligh dan Ikhwan) termasuk dari tujuh puluh dua ? Syeikh menjawab : &#8220;Ya. Termasuk dari tujuh puluh dua, begitu juga Murjiah dan lainnya, Murjiah dan Khawarij. Oleh sebagain ahli ilmu memandang Khawarij tergolong dari orang kafir yang keluar dari Islam, akan tetapi ia termasuk dari keumuman tujuhpuluh dua itu. (Direkam dalam pelajaran syaikh Bin Baz, Syarh al Muntaqa di kota Thaif, sebelum beliau wafat kira-kira dua tahun atau kurang).</p>
<p>Hukum Khuruj (Keluar) Bersama Jamaah Tabligh.</p>
<p>Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz telah ditanya : &#8220;Saya telah keluar bersama Jamaah Tabligh ke India dan Pakistan, kami berkumpul dan shalat di mesjid-mesjid yang di dalamnya terdapat kuburan, dan saya mendengar bahwa shalat di mesjid yang di dalamnya terdapat kuburan, maka shalatnya batal (tidak sah), apakah pendapat Syeikh tentang shalat saya, apakah saya mengulanginya, dan apa hukum khuruj (keluar) bersama mereka kepada tempat-tempat seperti ini?</p>
<p>Jawab &#8220;Bismillah walhamdulillah, amma ba&#8217;du : Sesungguhnya Jamaah Tabligh, mereka tidak mempunyai ilmu dan pemahaman dalam masalah-masalah akidah, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka, kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan pemahaman tentang akidah yang benar yang dipegang teguh oleh ahli sunnah wal jamaah, sehingga ia membimbing, dan menasehati mereka, serta bekerja sama dengan mereka dalam kebaikan, karena mereka gesit dalam beramal, akan tetapi mereka butuh penamahan ilmu dan butuh kepada orang yang akan memahamkan mereka dari kalangan ulama-ulama tauhid dan sunnah. Semoga Allah menganugerahkan kepada semua akan pemahaman dalam agama dan konsekwen di atasnya. Adapun shalat di dalam mesjid-mesjid yang di dalamnya ada kuburan, maka shalatnya tidak sah, dan kamu wajib mengulangi shalat yang kamu kerjakan di mesjid-mesjid itu, karena Nabi bersabda : &#8220;Allah telah melaknat Yahudi dan Narani yang mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid&#8221;. (muttafaqun<br />
&#8216;alaihi). Dan sabda Beliau Shalallahu &#8216;alaihi wassalam : &#8220;Ingatlah sesungguhnya orang sebelum kalian, mereka menjadikan kuburan nabi-nabi dan orang-orang shaleh mereka sebagai mesjid, ingatlah, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai mesjid, sesungguhnya saya melarang kalian akan itu&#8221;. H.R. Muslim. Dan hadits-hadits pada hal ini sangatlah banyak, wa billahi taufiq, semoga Allah menanugerakan salawat dan salam atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya serta sahabatnya. (Fatwa dikeluarkan tanggal 2/11/1414 H)</p>
<p>Perkataan Syaikh Abdul Aziz Bin Baz : &#8220;Maka tidak boleh khuruj (keluar) bersama mereka, kecuali orang yang mempunyai ilmu dan pemahaman tentang akidah yang shahih yang dipegang teguh oleh ahli sunnah wal jamaah, sehingga ia bisa membimbing dan menasehati mereka serta bekerja sama dengan mereka untuk melakukan kebajikan.&#8221;</p>
<p>Penyusun mengatakan : Semoga Allah merahmati Syeikh, kalaulah mereka itu mau menerima nasehat, dan bimbingan dari ahli ilmu, tentulah tidak ada halangan untuk keluar (khuruj) bersama mereka, akan tetapi realita yang membuktikan bahwasanya mereka tidak mau menerima nasehat dan tidak mau meninggalkan kebatilan mereka. Disebabkan ta&#8217;asub (fanatik) dan sikap menuruti hawan nafsu mereka yang bersangatan. Kalaulah mereka menerima nasehat-nasehat para ulama, niscaya mereka telah meninggalkan manhaj mereka yang batil dan pastilah mereka telah menempuh jalan ahli tauhid dan sunnah. Jika seandainya permasalahannya seperti itu, maka tidaklah boleh khuruj (keluar) bersama mereka, sebagaimana sikap itu merupakan sikap manhaj salafusholeh yang berpengang kepada kitab dan sunnah dalam mentahdzir (memperingatkan) dari ahli bid&#8217;ah dan dari bergaul serta bermajlis dengan mereka, karena hal itu adalah menambah banyaknya keanggotaan mereka, dan membantu dan memperkuat bersebarnya kesesatan mereka, dan<br />
hal itu adalah pengkhianatan terhadap agama Islam dan kaum muslimin, terpedaya oleh mereka dan kerja sama dalam melakukan dosa dan melampaui batas. Apalagi mereka itu melakukan bai&#8217;at berdasarkan atas 4 macam tarikat (ajaran) sufi yang di dalamnya terdapat keyakinan hululiyah (Allah menepati makhluk) dan wahdatul wujud (Allah dan makhluk<br />
&lt;!&#8211;[if !supportLineBreakNewLine]&#8211;&gt;<br />
&lt;!&#8211;[endif]&#8211;&gt;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/isl4my.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/isl4my.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/isl4my.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/isl4my.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/isl4my.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/isl4my.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/isl4my.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/isl4my.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/isl4my.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/isl4my.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/isl4my.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/isl4my.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=isl4my.wordpress.com&blog=2380928&post=1&subd=isl4my&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://isl4my.wordpress.com/2007/12/24/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/53476e503dcba93d693d4ea1ebb9f236?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">isl4my</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>