Alhamdulillah kita kaum muslimin bisa menjumpai bulan Ramadhan yang penuh berkah, tentang keberkahan bulan ramadhan maka mari kita perhatikan untaian hadits berikut:
Abu Hurairah -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْتَقَى الْمِنْبَرَ فَقَالَ آمِيْنَ آمِيْنَ آمِيْنَ فَقِيْلَ لَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا فَقَالَ قَالَ لِيْ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَقُلْتُ آمِيْنَ
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- naik ke atas mimbar seraya bersabda, “Amiin…amiin…amiin”. Beliau ditanya, “Wahai Rasulullah, engkau tidak pernah melakukan seperti ini”. Belaiu menjawab, “Jibril -alaihis salam- berkata kepadaku, “Semoga kecelakaan bagi seorang hamba yang didatangi oleh bulan Romadhon, namun tidak diberi ampunan”, maka saya pun berkata, “Amiin”. [HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shohih-nya (3/192), Ahmad dalam Al-Musnad (2/246 & 254), dan Al-Baihaqiy dalam As-Sunan (4/204). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Adab Al-Mufrod (646)]
Jadi, seorang yang mau diampuni dosanya, harus menutupi dosanya dengan amal sholeh di bulan suci ini, seperti membaca Al-Qur’an, mendengarkan ceramah, puasa, dan sholat tarawih; bukan berhura-hura, dan menghabiskan waktu dalam perkara sia-sia, apalagi haram, seperti bermain kartu di bulan Romadhon, ludo, ular tangga, berdusta, berbicara tabu, berzina, dan lainnya.
Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Romadhon karena beriman dan mengharapkan pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang lalu” . [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (1802), dan Muslim dalam Shohih-nya (175)
إِنَّ لِلَّهِ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِيْ شَهْرِ رَمَضَانَ وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيُسْتَجَابُ لَهُ
“Sesungguhnya Allah pada setiap hari dan malam di bulan Romadhon memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka; sesungguhnya setiap muslim memiliki do’a yang ia berdo’a dengannya,lantaran itu do’anya dikabulkan”. [HR. Al-Bazzar dalam Al-Musnad (3142), dan Ahmad dalam Al-Musnad (2/254). Syaikh Ali bin Hasan Al-Atsariy men-shohih-kan hadits ini dalam Shifah Ash-Shoum (hal.24)]
Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ
“Jika malam pertama Romadhon datang, maka setan-setan, dan jin-jin durhaka dibelenggu; pintu-pintu neraka ditutup. Maka tak ada satu pintu(nya) pun yang terbuka; pintu-pintu surga dibuka. Maka tak ada suatu pintu pun yang ditutup; Seorang pemanggil memanggil,”Wahai pencari kebaikan, menghadaplah; wahai pencari kejelekan, berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari neraka. Demikian itu pada setiap malam”. [HR. At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (682), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1642). Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1960) ]
Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr Al-Andalusiy-rahimahullah- berkata dalam At-Tamhid (7/310), “Makna hadits ini menurut saya –Cuma Allah yang lebih tahu-: Allah melindungi di dalamnya kaum muslimin, atau dominannya dari maksiat-maksiat. Jadi, setan tidak akan bebas datang kepada mereka sebagaimana mereka bebas datang di sepanjang tahun”.
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbaliy-rahimahullah- berkata, “Jika bulan Romadhon telah sempurna, maka sungguh puasa, dan sholat malam telah lengkap bagi orang beriman. Maka terjadilah baginya pengampunan dosanya yang lampau dengan sempurnanya dua sebab tersebut, yaitu puasa, dan sholat malamnya”. [Lihat Latho'if Al-Ma'arif (hal.232)]
[ Dikutip dari Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 32 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu]
Demikianlah keberkahan bulan Ramadhan yang sering kita baca atau kita dengarkan dari para da’i yang memberikan ceramah-ceramah tarwih, dari majlis-majlis ta’lim dan pengajian-pengajian yang membahas seputar bulan Ramadhan.
Saudaraku kaum muslimin, mungkin saja saat ini (terkhusus pembaca blog ini) ada yang baru mendapati bulan ramadhan dengan berpuasa tahun ini karena memang baru masuk usia baligh padanya, atau baru menyadari akan kewajiban puasa yang dibebankan kepadanya dan baru tergerak hatinya untuk berpuasa, maka inilah saatnya berlomba melakukan amalan-amalan sholeh dibulan yang penuh berkah dan bertobat atas kelalaiannya di masa-masa lalu.
Saudaraku kaum muslimin, mungkin saja kebanyakan dari kita telah melalui ramadhan demi ramadhan, 1 tahun , 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun ataupun 30 tahun lebih, maka marilah kita lihat apa yang telah kita lakukan ketika melewati masa-masa itu. Adakah tergerak hati kita untuk mendapatkan keberkahan bulan ramadhan, berupa pengampunan , pembebasan dari api neraka atau kita memasukinya hanya sebatas berpuasa , sebagai rutinitas tahunan . Kalau itu yang kita alami , maka perhatikanlah saudaraku……Betapa besar dan banyaknya keberkahan Ramadhan yang kita sia-siakan dan itu dari Allah Ta’ala yang menciptakan kita semua, Allah Ta’ala Maha Pengasih dan sangat mengasihi hamba-Nya dan Allah Ta’ala Maha Penyayang dan sangat menyayangi hamba-Nya , tidak ada yang melebihi kebesaran rasa kasih dan sayang Allah Ta’ala kepada kita semua. Diberikannya bulan Ramadhan kepada kaum muslimin yang dengannya diharapkan kita semua berlomba-lomba melakukan amalan sholeh, mendapatkan pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Bukankah kita selalu berdo’a untuk pengampunan dari dosa dan bebas dari api neraka ? Saudaraku sampai kapan kita akan merasa hidup terus-menerus sehingga lupa suatu saat akan berjumpa dengan-Nya? Sampai kapan kita melalaikan kewajiban-kewajiban kita seakan-akan hidup ini hanyalah didunia saja sehingga lupa bahwa di alam akhirat telah menunggu pengadilan yang tidak ada seorangpun yang dizholimi, semua akan mendapat ganjaran sesuai dengan perbuatannya di dunia, Saudaraku kita semua akan meninggalkan dunia ini sebagaimana orang-orang yang meninggalkan kita terlebih dahulu, Dialam sana orang yang berbuat baikpun akan menyesal kenapa tidak berbuat kebaikan yang lebih banyak lagi… bagaimana lagi dengan orang yang melakukan kejelekan demi kejelekan selama didunia…… pernahkah anda menyesal didunia ini? penyesalan kita didunia ini masih bisa dihibur dengan adanya harapan-harapan mendapatkan sesuatu yang lebih baik, akan tetapi penyesalan di alam akhirat sungguh penyesalan yang tiada bandingnya karena tidak adanya harapan mendapatkan yang lebih baik dari yang telah lewat, dia akan mendapat sesuai amalannya. Saudaraku hari demi hari berlalu, bulan demi bulan , tahun demi tahun lihatlah apa yang telah kita lakukan, marilah kita sambut ramadhan dengan amalan sholeh dan kita minta kepada Allah Ta’ala supaya menguatkan kita di bulan ini untuk banyak beribadah kepada-Nya dan meminta ampun kepada-Nya atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan . Nasehat ini untukku dan juga bagi saudaraku yang ingin melihat wajah Allah Ta’ala di akhirat nanti. Saya akhiri dengan perkataan Imam Ibnul Qoyyim.
Ibnul Qayyim berkata, “Orang-orang yang berakal sehat dari setiap umat telah bersepakat bahwa kenikmatan akhirat tidak akan dapat diraih dengan kenikmatan dunia, dan bahwa barangsiapa yang menginginkan untuk beristirahat di akhirat maka ia akan bekerja keras dunia karena seseorang akan mendapatkan kenikmatan akhirat sesuai dengan tenaga yang ia kerahkan di dunia untuk meraihnya.”