

Do’a mencakup do’a mashlahah dan do’a ibadah. Do’a Mas`alah (دعاء المسألة) inilah yang dikenal di Indonesia dengan kata Do’a yakni meminta kepada Allah Ta’ala berupa keselamatan, rizqi dan sebagainya. Sedangkan Do’a ‘Ibadah (دعاء العبادة) yakni berupa amalan-amalan, termasuk sholat, puasa , zakat dan semisal dengannya yang dengan amalan itu kita berharap kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat.
Sungguh Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a kepadaNya, simaklah firman Allah Ta’ala :


Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Al-Mukmin ayat 60)
Ya.. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a dan Allah berjanji mengabulkannya ( dalam tafsir As-Sa’diy dikatakan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan mereka berdo’a kepadaNya,do’a mas`alah dan do’a ‘ibadah), dan dalam lanjutan ayat Allah Ta’ala ..”Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku” tidaklah Allah Ta’ala menyebut berdo’a tetapi menyembah padahal pada awal ayat disebutkan ” berdo’alah ..” yang dengan komposisi ini menegaskan bahwa Do’a adalah ibadah seutuhnya sebagaimana dalam hadits Rasulullah Ad-du’a huwa al’ibadah yang artinya:
Do’a adalah ibadah (seutuhnya)
Hal yang sering terlalaikan oleh manusia adalah berdo’a kepada Allah Ta’ala. Berdo’a dalam artian benar-benar meminta kepada Allah Ta’ala sesuatu yang menjadi kebutuhannya didunia dan di akhirat kelak. Mungkin kita sering berdo’a tapi do’a itu tak lebih dari sekedar lafadz dibibir saja tidak menghujam dalam hati, padahal bukankah jika kita meminta , kita tahu apa yang akan kita pinta dengan harapan permintaan kita dikabulkan ?
Mariah kita bersama-sama melakukan perbaikan dalam do’a kita kepada Allah.
Tulisan ini mungkin belum lengkap tapi mudah-mudahan cukup menyadarkan kita bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kita berdo’a kepadaNya dengan Ikhlas dan sesuai Tuntunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam