Bulan Ramadhan tidak terasa akan pergi meninggalkan kita, Allah Ta’ala berfirman tentang bulan ini

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dengan yang batil.” (Al-Baqarah: 185)

Pada bulan Ramadhan ini pula banyak kaum muslimin giat mengkhatam Al-Qur’an. Ini adalah suatu berkah dan pahala yang besar bagi pembacanya. Namun sangat disayangkan ketika Ramadhan ini pergi kegiatan khatam Qur’an ini menghilang di sebagian kaum muslimin yang pada waktu Ramadhan giat membacanya…terlebih bagi kaum muslimin yang memang tidak membacanya dibulan ramadhan walau selembar… 1/2 lembar ataupun sebaris dari ayat-ayat suci Al-Qur’an . Padahal telah jelas dalam firman Allah diatas bagaimana Al Qur’an ini menjadi petunjuk dan pembeda antara yang haq dan batil.

Di ayat lainnya Allah Ta’ala berfirman :

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا (54

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur’an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (Al Kahfi: 54)

Allah Ta’ala telah memberikan bermacam-macam perumpamaan dengan kata lain Allah Ta’ala telah menjelaskan banyak jalan menuai ilmu yang bermanfaat, dimana ada jalan kehancuran dan kesesatan, jalan yang boleh dilalui dan tidak, halal dan haram, ketenangan dan cahaya, tapi bersamaan dengan itu kebanyakan manusia banyak yang membantah bahkan mereka membantah tanpa ilmu. Mereka mendholimi diri-diri mereka.

Dan simaklah firman Allah Ta’ala berikut sebagai kelanjutan dari ayat diatas :

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَى وَيَسْتَغْفِرُوا رَبَّهُمْ إِلا أَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الأَوَّلِينَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلا (55)

Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia dari beriman, ketika petunjuk telah datang kepada mereka, dan memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu atau datangnya adzab atas mereka dengan nyata.

apakah ini yang ada pada diri kita sekarang ini ? kita menunggu datangnya adzab Allah Ta’ala baru mau sadar dan Ta’at …. terlambat saudaraku … terlambat jika adzab itu sudah menimpa kita dan kita tidak diberi kesempatan kali kedua untuk melakukan kebaikan.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذُكِّرَ بِآيَاتِ رَبِّهِ فَأَعْرَضَ عَنْهَا وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ إِنَّا جَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَى فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا (57)

Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendati pun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya,

Apakah kita ingin seperti orang orang yang dibutakan hatinya disumbat telinganya karena seringnya kita berpaling dari perintah-perintah Allah? kalau demikian celakalah kita karena setelah itu tertutuplah pintu untuk mendapat petunjuk selama-lamanya ya selama lamanya

وَرَبُّكَ الْغَفُورُ ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلا (58)

Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengadzab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan adzab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat adzab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya.

(QS. Al-Kahfi 55,57-58)

Demikianlah kasih sayang Allah Ta’ala kepada kita, sekalipun kita bermaksiat padanya masih diberi kesempatan … jika kesempatan kita lalaikan maka sesal kemudian tak berguna dihari tak ada perlindungan selain perlindungan ALLah Ta’ala.

Demikianlah Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang menerangkan peringatan dan anjuran berbuat kebaikan, maka bagaimana kita bisa mengetahui apa yang terkandung dalam Al-Qur’an jika kita tak pernah membacanya , jika kita belum tahu membaca Al-Qur’an maka belajarlah…demi masa depan kita …masa depan yang keindahannya belum pernah terbersit dalam hati manusia … marilah kita meraihnya.

Ramadhan akan meninggalkan kita , ia yang kita rindukan jangan biarkan pergi tanpa kesan kebaikan … kebaikan yang akan kita teruskan setelah kepergiannya …