Benar, kita menyembahnya dengan rasa takut dan harapan , dalilnya dalam surah Al-A’raf :56 (bermakna Takut dari Neraka dan mengharapkan masuk Surga Allah Ta’ala) sebagaimana ditunjukkan dalam hadits shahih riwayat Abu Dawud yang artinya :
” Saya (Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa alihi wa sallam) meminta surga kepada Allah dan saya berlindung kepada Allah dari Neraka Nya “
Mei 16, 2008 at 10:28 am
Dulu saya pernah aca Pak, ibadah manusia itu digolongkan dalam beberapa macam, ibadahnya budak, ibadahnya pedagang dan ibadahnya orang yang cinta kepada-Nya. Ibadahnya budak adalah ibadahnya orang yang menyembah Allah hanya karena rasa takut semata, ibadahnya pedagang adalah ibadah orang yang selalu mengharap balasan atas ibadahnya kepada Allah, ibadahnya sang Pecinta adalah ibadah orang yang benar-benar cinta pada Allah, semua dilakukan karena merindukan kasih-Nya, mengharap cinta-Nya. Mungkin kita masing-masing tahu apa yang selama ini telah kita lakukan, kita termasuk yang manakah diantara ketiganya?
Mei 19, 2008 at 8:45 am
sesungguhnya apa yang mencocoki dalil dari Al Qur’an dan sunnah yang shohih itulah yang harus dilakukan … itulah jalan selamat yang telah ditempuh oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam beserta para sahabatnya yang mendapat ridha dari Allah Ta’ala, wallahu a’lam