Lihatlah kaca itu, bening dan engkaupun bisa melihat benda-benda di belakangnya, ketika kaca itu dibiarkan beberapa hari tanpa ada yang membersihkannya, mengurusnya maka kaca itu pun akan buram, engkaupun tidak lagi melihat benda-benda dibelakangnya sejelas kali pertama engkau melihatnya. Demikianlah Hati manusia Ibarat sebuah kaca, ketika hati ini muncul pertama kali ya ketika kita dilahirkan hati ini fitrah tanpa noda, kemudian jam berganti jam , hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun banyak hal yang terjadi. Hati ini semakin diliputi noda, Sama halnya kaca semakin banyak noda di hati maka semakin banyak pula kebaikan yang tertutupi sehingga kita tidak bisa kita melihat kebaikan-kebaikan. Walaupun kebaikan itu jelas seterang matahari namun jika hati ini gelap diliputi noda-noda maka engkau tidak akan melihatnya sebagai kebaikan , lalu sampai kapan engkau membiarkan hatimu dipenuhi noda sementara maut terus memburumu, sementara engkau tahu bahwa Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pengampun dan sangat mencintaimu lalu engkau malah lari dariNya, kebaikan mana yang lebih baik dari kebaikanNya, kasih sayang mana yang lebih baik dari kasih sayangNya… Ya Allah Ampunilah … ampunilah hambamu …, aku ingin surgaMu, masukkanlah aku ke dalamnya, Amiin ya mujibassaaailiin.
Januari 15, 2010
Hati Sebening Kaca
Posted by isl4my under Nasehat Untukku | Tag: hati, sebening kaca |Leave a Comment
Agustus 26, 2009
Apa yang diharapkan oleh seorang yang miskin ?
Posted by isl4my under Nasehat Untukku | Tag: miskin, neraka, surga |1 Comment
Segala puji bagi Allah Ta’ala, masih diberinya kesempatan kepadaku untuk melakukan puasa,harapanku ibadahku lebih baik dibanding waktu-waktu yang lalu dan mendapat pengampunan Allah Ta’ala.
Ingin kukisahkan disini suatu percakapan singkat anak-anak yang berumur sekitar 4-5 tahun. Saya sekarang Alhamdulillah tinggal dilingkungan pesantren di daerah Gowa. Beberapa rumah disana ada yang lumayan cantik dan beringkat, disamping itu ada yang masih berupa rumah dengan berdinding kayu yang kelihatan sudah tua. Depan rumah sekitar 50 meter dari rumah yang kutempati tinggal sebuah keluarga dengan keadaan yang sangat tidak memadai untuk dihuni 7 orang yang sebagian besarnya masih anak-anak.
Awal ramadhan lepas sholat maghrib sayapun pulang. Ditengah jalan saya mendengarkan percakapan antara anak dari tetangga saya dengan 2 anak lainnya umur mereka sebaya sekitar 4-6 tahun, mereka berbincang mengenai makanan buka puasa, berikut beberapa percakapan mereka (isi percakapan saya ubah sedikit tapi intinya sama) :
anak 1 : enaknya kuenya, ada pisang gorengku juga
anak 2 : dirumahku ada juga kue, enakki
anak tetanggaku : ada juga es buahku dibawa sama umminya fulanah, ada juga kue diberi sama fulan dan fulanah
anak 1: kau banyak dikasi karena orang miskinko (kamu orang miskin)
(apa jawaban anak tetanggaku) inilah dia yang buat saya berpikir tentang sesuatu , jawabannya adalah
anak tetanggaku berkata:” biarmi ( tidak apa-apa / biar saja) saya miskin , kalau di akhirat orang kaya akan lama masuk surga, kalau orang miskin cepatki (cepat masuk surga)…..” anak ini punya jawaban , sekalipun kemungkinan besar ia belum mengethui apa yang ia katakan , maklum masih anak-anak. Inilah jawaban yang saya jadikan judul kali ini.
Tetanggaku itu mudah-mudahan Allah Ta’ala memberkahinya, punya seorang istri dengan 5 orang anak yang masih kecil-kecil. Rumahnya sempit, pintu rumahnya terdiri hanya dari bingkai tripleks yang disandarkan begitu saja, dia harus ke makassar untuk mencari nafkah sehingga pulang hanya sekali sepekan. Namun dari Jawaban anak tadi membuktikan bahwa dia membekali anaknya dengan kesyukuran sehingga tidak rendah diri dihadapan manusia dan mengharapkan suatu janji dari Allah Ta’ala bagi orang yang beriman sekalipun di dunia dia tidak memiliki apa-apa.
Anak kecil itu memang belum mengerti apa-apa tentang apa yang dia katakan, tapi sebagai nasehat bagi kita semua bahwa “Kekayaan tidak bisa dibanggakan di akhirat kalau tidak digunakan sebaik-baiknya dijalan Allah Ta’ala, sebaliknya orang miskin jika dia beriman dan bertaqwa kepada Allah Ta’ala dalam kemiskinannya didunia maka cukuplah hadits berikut yang akan menghiburnya dan menjadi kebanggaannya di akhirat “
“Orang – orang miskin akan masuk surga 500 tahun lebih dahulu daripada orang –orang kaya” (HR. Tirmidzi, dia berkata, “Hadits shahih”, dari Abu Hurairah ra.)
hadits lainnya menunjukkan kebanyakan penghuni surga adalah orang miskin sebagaimana ucapan Nabi SAW. dari Usamah bin Zaid ra.,
“Qumtu ‘alaa baabil jannati faidzan ‘aammatu man dakhalahaal masaakiinu” yang artinya “Aku pernah berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang – orang yang masuk kedalamnya adalah orang – orang miskin” (HR. Bukhari – Muslim
Mungkin anda beranggapan karena memang Jumlah Orang miskin memang lebih banyak daripada jumlah orang kaya didunia ini jadi wajar saja penghuni surga lebih banyak yang miskin. Toh kalaupun anda berpikir begitu dan dengan nikmat Allah Ta’ala anda memiliki kekayaan yang lebih, maka persiapkan diri anda untuk menjadi orang kaya yang menjadi penghuni surga.
Semoga Allah Ta’ala mengampuniku dan anda sekalian dalam kesalahan dan dosa yang kita lakukan serta menunjukkan kepada kita jalan kebaikan yang mengantarkan ke jalan SurgaNya. Amiin
Juni 3, 2009
Mungkin semua manusia menginginkan memiliki harta yang banyak, berlimpah yang dengan harta itu apa yang ingin dia peroleh dia dapatkan. Marilah kita tengok apa yang dapat diperoleh dengan harta.
Jika diinginkan oleh pemilik harta itu dalam bentuk fisik seperti ingin mempunyai rumah mewah lengkap dengan mobil, kolam renang, taman yang indah nan sejuk dipandang bisakah ia mendapatkannya ? jawabnya ya , sebab kita berbicara tentang pemilik harta yang luar biasa hartanya..
Baiklah anggaplah ia telah memiliki semua keinginannya termasuk bepergian kemanapun ia suka. Senangkah ia? Bahagiakah ia ? mari kita lihat ….
Ketika ia belum mempunyai mobil dan mempunyai uang untuk membeli mobil senangkah ia? Betul tentu sangat senang, maka ia pun membeli mobil. Saat mobil tiba ia sangat senang, bahagia sekali tentu saja. Namun sampai kapan ia merasakan kebahagiaan seperti itu ? Hari-hari pertama terasa senangnya ia memiliki mobil seperti mau keliling kota seharian namun apa yang terjadi selanjutnya? selanjutnya beberapa bulan ataukah beberapa hari kemudian ia akan merasa seperti biasa-biasa saja bahkan ia merasa ada kekurangan yang ada pada mobilnya itu …demikian seterusnya. Kesenangan dan kebahagiaan itu datang dan pergi , kita sadari atau tidak. (lagi…)
Januari 29, 2009
Haramnya Rokok dan Golput Versi MUI
Posted by isl4my under Nasehat Untukku | Tag: fatwa MUI, golput haram, rokok haram |[2] Comments
Bismillah.
Segala puji bagi Allah Ta’ala dan shalawat , salam semoga senantiasa tercurahkan kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan.
Sangat disayangkan, MUI yang diharapkan memandu kaum muslimin Indonesia kejalan Allah Ta’ala dan RasulNya justru mengeluarkan fatwa yang ganjil dan aneh dan mendasari fatwanya dengan dasar yang tidak sesuai.
MUI mengharamkan rokok dengan beberapa kategori , haram untuk anak-anak, haram untuk ibu hamil …dst, padahal Hukum haram dengan beberapa kategori tidak dikenal dalam islam dari zaman dahulu orang-orang terbaik ummat ini sampai kurun waktu sekarang, jika ia haram maka haramlah bagi keseluruhannya, apakah ia bayi ataupun tua renta, sembunyi ataupun terang-terangan diperkecualikan dalam keadaan darurat ( yakni jika tidak mengkonsumsi makanan/minuman/obat tersebut maka akan mengakibatkan kematian padanya, MUI tentunya harus lebih tahu dan paham tentang makna darurat dalam hal ini ) . Makanya tidak terdapat dalam kitab-kitab para Ulama Rabbani yang memuat adanya haram berkategori.
Takutlah kepada Allah Ta’ala … jangan menukar rasa takutmu dengan takut kepada manusia lebih besar dibanding ketakutanmu kepada Allah Ta’ala , jangan tukar akhiratmu yang kekal dengan dunia yang fana . Fatwa Ulama Tentang Rokok
Berikutnya MUI berfatwa golput haram, ketahuilah bahwa pemerintah dita’ati jika mengikuti Allah dan RasulNya makanya bunyi Ayat itu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ
Athi’ullaha, wa athi’urrasul wa ulil amri minkum bukannya Athi’ullaha wa athi’urrasul wa athi’u ulil amri minkum karena ketaatan kepada pemerintah terikut kepada ketaatannya kepada Allah Ta’ala dan RasulNya karena tidak ada ketaatan kepada siapapun dalam bermaksiat kepada Allah Ta’ala. Jika pemerintah memerintahkan kita yang tidak ada pelanggaran syari’at didalamnya maka kita wajib mengikuti, sebaliknya jika perintahnya itu mengandung pelanggaran kepada Allah Ta’ala dan RasulNya maka tidak ada kewajiban untuk menaatinya.Yang ngerti bahasa Arab bisa lihat tafsir Assa’diy , tafsir Ath-Thabary. Kalau anda mau jeli maka lihatlah Substansi Pemilu itu sendiri. Apakah (lagi…)
Januari 9, 2009


Do’a mencakup do’a mashlahah dan do’a ibadah. Do’a Mas`alah (دعاء المسألة) inilah yang dikenal di Indonesia dengan kata Do’a yakni meminta kepada Allah Ta’ala berupa keselamatan, rizqi dan sebagainya. Sedangkan Do’a ‘Ibadah (دعاء العبادة) yakni berupa amalan-amalan, termasuk sholat, puasa , zakat dan semisal dengannya yang dengan amalan itu kita berharap kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat.
Sungguh Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a kepadaNya, simaklah firman Allah Ta’ala :


Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Q.S. Al-Mukmin ayat 60)
Ya.. Allah Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berdo’a dan Allah berjanji mengabulkannya ( dalam tafsir As-Sa’diy dikatakan bahwa Allah Ta’ala memerintahkan mereka berdo’a kepadaNya,do’a mas`alah dan do’a ‘ibadah), dan dalam lanjutan ayat Allah Ta’ala ..”Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku” tidaklah Allah Ta’ala menyebut berdo’a tetapi menyembah padahal pada awal ayat disebutkan ” berdo’alah ..” yang dengan komposisi ini menegaskan bahwa Do’a adalah ibadah seutuhnya sebagaimana dalam hadits Rasulullah Ad-du’a huwa al’ibadah yang artinya:
Do’a adalah ibadah (seutuhnya)
Hal yang sering terlalaikan oleh manusia adalah berdo’a kepada Allah Ta’ala. Berdo’a dalam artian benar-benar meminta kepada Allah Ta’ala sesuatu yang menjadi kebutuhannya didunia dan di akhirat kelak. Mungkin kita sering berdo’a tapi do’a itu tak lebih dari sekedar lafadz dibibir saja tidak menghujam dalam hati, padahal bukankah jika kita meminta , kita tahu apa yang akan kita pinta dengan harapan permintaan kita dikabulkan ?
Mariah kita bersama-sama melakukan perbaikan dalam do’a kita kepada Allah.
Tulisan ini mungkin belum lengkap tapi mudah-mudahan cukup menyadarkan kita bahwa Allah Ta’ala memerintahkan kita berdo’a kepadaNya dengan Ikhlas dan sesuai Tuntunan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam
Desember 15, 2008
Tentu tidak asing lagi dengan bisnis yang satu ini yaitu Bisnis Multi Level Marketing. Bisnis MLM ini cukup banyak di Indonesia baik yang dilaksanakan secara online ataupun offline ( nggak pakai internet gitu ..). Banyak juga berhasil walaupun mungkin (mungkin loh )lebih banyak yang gagal. Gagal dalam artian tidak berhasil mencapai target yang diimpi-impikan. Namun dari keberhasilan dan kegagalan para pebisnis MLM ini banyak orang yang mempertanyakan mengenai hukum berbisnis dengan cara ini. Kemarin tgl 11 Desember 2008 saya membeli sebuah majalah yang membahas tentang Hukum Berbisnis dengan MLM ini.
Berikut Petikan Isi dari Majalah Tersebut (lagi…)
Desember 10, 2008
Qur’an di word
Posted by isl4my under Uncategorized | Tag: Add new tag, Al-Qur'an, word |Leave a Comment
Bagi anda yang ingin menulis Al-Qur’an di Word dapat mendownload program Qur’an yang akan memudahkan anda untuk menampilkan tulisan ayat-ayat Qur’an disini
November 19, 2008
Memilih Hewan Qurban
Posted by isl4my under Fiqh | Tag: hewan qurban, idul adha, islam, salaf |Leave a Comment
| [Print View] [kirim ke Teman] |
| Penulis : Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Afifuddin
Perlu dipahami bahwa berqurban tidaklah sah kecuali dengan hewan ternak yaitu unta, sapi, atau kambing. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: |




